Apa itu Spiritualitas? | Perbedaan Spiritualitas dengan Agama
- Jan 18, 2022
- 6 min read
Updated: Mar 2, 2022

Kebanyakan orang kalo denger kata "Spiritualitas" yang muncul di pikirannya itu biasanya "Agama". Memang Spiritualitas dan Agama memiliki beberapa kesamaan, tapi pada kenyataannya mereka itu adalah dua hal yang berbeda, dan bahkan memiliki perbedaan yang sangat banyak. Jadi bisa dibilang "konyol" kalo kita samakan keduanya.
Mungkin kamu sekarang masih bingung dan masih bertanya-tanya apa saja yang membedakan kedua hal itu, atau apa saja yang membuat kedua hal itu serupa. Biar lebih jelas lagi, yuk kita pahami dulu definisi dari keduanya itu.
(Tonton juga video YouTube di atas untuk penjelasan yang lebih detail)
Definisi Agama dan Spiritualitas
1. Pengertian Agama
Berikut adalah pengertian Agama yang diambil dari Wikipedia dan The Oxford Dictionary:
Pengertian dari Wikipedia:
"Agama adalah sistem yang mengatur kepercayaan serta peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan kehidupan."
Pengertian dari The Oxford Dictionary:
"Kepercayaan dan pemujaan terhadap kekuatan pengendali manusia super, terutama Tuhan atau Dewa-dewa pribadi"
2. Pengertian Spiritualitas
Lalu untuk pengertian Spiritualitas (kerohanian) tidak ada definisi yang pasti, tapi berikut adalah beberapa pengertiannya menurut The Oxford Dictionary dan para ahli lainnya:
Pengertian dari The Oxford Dictionary:
"Spiritualitas adalah kualitas yang berhubungan dengan roh atau jiwa manusia yang bertentangan dengan materi atau hal-hal fisik”.
Pengertian dari Para Ahli:
"Spiritualitas adalah aspek kemanusiaan yang mengacu pada cara individu mencari dan mengungkapkan makna dan tujuan dan cara mereka mengalami keterhubungan mereka dengan saat ini, dengan diri sendiri, dengan orang lain, dengan alam, dan dengan signifikan atau sakral."
- Christina Pulchaski
"Spiritualitas berarti pengalaman apa pun yang dianggap membawa yang mengalaminya ke dalam kontak dengan yang ilahi."
- Mario Beauregard & Denyse O'Leary
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya, Agama menggambarkan sarana sosial, publik, dan sarana yang terorganisir yang didalamnya orang menghubungkan dengan yang suci atau yang ilahi (biasanya disebut sebagai "Tuhan") lewat ajaran ajaran yang diterima dari tokoh agama yang ada sebelumnya. Sedangkan Spiritualitas juga menggambarkan hubungan diri kita ke sesuatu yang lebih besar dari kita (mau itu "Tuhan", yang Ilahi, Alam semesta, sumber dari segalanya, dan sebagainya) lewat pengalaman pribadi, dan hanya terjadi secara pribadi (private), dan dengan berbagai cara lainnya.
Spiritualitas mungkin merupakan hal yang paling alami, karena hal ini hanyalah kesadaran diri kita sendiri yang mengakui bahwa kita lebih dari sekadar tubuh manusia ini, bahwa kita lebih dari sekadar pikiran kita, bahwa kita adalah jiwa dengan potensi tak terbatas di dalam tubuh manusia. Spiritualitas juga memiliki beberapa unsur dari agama, tapi pada umumnya spiritualitas itu mengarah ke konsep yang lebih luas, karena semua Agama itu termasuk bagian dari Spiritualitas, namun spiritualitas bukan Agama.

Awal Mula Spiritualitas dan Agama
1. Latar Belakang Spirituality
Kalo kita lihat sejarah perkembangan manusia selama ribuan tahun kebelakang, kemanusiaan memiliki kemauan besar untuk mengetahui kebenaran dari kehidupan kita ini. Seperti pertanyaan "Siapakah aku sebenarnya", " Apa tujuan aku di bumi ini", "Apakah makna dari kehidupan ini?", hingga "apakah ada mahluk lain yang lebih hebat dari kita?".
Setiap budaya dalam sejarah manusia pasti ada suatu bentuk hubungan dengan yang ilahi atau yang lebih besar dari diri mereka. Kita semua juga di suatu titik di kehidupan kita akan bertanya hal yang sama. Pemikiran yang penasaran dan kagum akan alam semesta inilah yang menjadi kunci kita bisa tetap bertahan sebagai manusia, jadi mau kamu mengaku atau tidak, kita semua bisa dibilang spiritual sejak dulu.
2. Latar Belakang Agama
Untuk mempermudah pemahaman asal mulanya Agama dan Spiritualitas, kita dapat melihat dari gambar berikut ini:

Dari gambar diatas bisa kita pahami bahwa semua Agama terbentuk dari rasa ingin terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri, seperti spiritualitas juga. Kita sebagai manusia suka mencari jawaban dari berbagai pertanyaan, dan ketika kita menemukan jawabannya seperti dari cerita kehidupan orang, pengajaran, atau kepercayaan dari tokoh yang ada sebelumnya, kita menjadikannya itu sebagai suatu keyakinan. Dan keyakinan itu nantinya akan tersebar dari 1 orang ke beberapa orang lain, dan dari beberapa orang tadi akan menyebar ke banyak orang lagi seperti Telephone Game, dan seterusnya hingga bertumbuh besar perkumpulan keyakinan tersebut. Dari tumbuhnya perkumpulan keyakinan seperti inilah yang membuat terbentuknya agama-agama seperti Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Yahudi, dan agama lainya yang sampai diikuti miliaran orang.
Tapi sayangnya cara pemikiran Agama itu terbatas, seperti yang ditunjukkan pada gambar sebelumnya dimana lingkaran Agama berada di dalam lingkaran Spiritualitas. Contohnya, pengikut agama Kristen menghubungkan diri mereka ke yang ilahi kepada Yesus (yang mereka percaya sebagai Tuhan) dan Alkitab sebagai kitab suci nya. Tetapi akan menjadi tindakan yang sangat spiritual untuk mulai mempertanyakan apakah Yesus benar-benar Tuhan atau memang Tuhan itu ada atau tidak, atau Alkitab itu benar-benar suci atau tidak.
Orang yang sangat spiritual memiliki sedikit keterikatan pada Agama apapun. Mereka dapat menyampaikan pengalaman mereka dengan cara apa pun yang mereka suka yang sejalan dengan intuisi dan hati mereka, karena semua kemungkinan terbuka di mata mereka. Bahkan pihak non-agama juga berasal dari spiritualitas, seperti sains dan eksplorasi ruang angkasa yang mencari koneksi ke sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Sains pun juga merupakan kekaguman akan kedalaman alam semesta dan juga menjadi sarana untuk mencari jawaban.
Perbedaan Spiritualitas dengan Agama

Mungkin setelah mendengar pengertiannya dan latar belakangnya kamu masih kurang mengerti apa yang membedakan Spiritualitas dengan Agama karena memang keduanya memiliki beberapa kemiripan. Agar lebih jelas lagi, berikut adalah beberapa poin yang paling membedakan antara keduanya;
1. Pengalaman Spiritual vs Keyakinan
Pada dasarnya yang membedakan Agama dengan Spiritualitas yaitu di Spiritualitas gak ada aturan khususnya, karena kepercayaannya berasal dari diri kita sendiri dan dari nilai diri kita. Kita harus menyadari dan menemukan kebenarannya dengan sendirian lewat pengalaman pribadi yang biasanya bersandar pada pengalaman langsung dari jiwa atau keilahian.
Sedangkan kalau Agama pada intinya adalah tentang iman. Yang berarti kepercayaan pada sesuatu berdasarkan penerimaan tanpa syarat dari ajaran agama. Berbeda dengan pandangan dunia ilmiah, agama tidak memerlukan bukti untuk memvalidasi klaim mereka. Jadi agama mengajarkan untuk memiliki iman kepada Tuhan atau kitab suci sebagai kebenaran realitas yang sempurna dan hakiki.
2. Pengalaman Objektif vs Subjektif
Secara keseluruhan, agama biasanya merupakan pengalaman objektif dimana memiliki fokus yang lebih besar pada eksternal. (Seperti: Rumah ibadah, Buku kitab suci, Ritual abadi, dan lain-lain). Tema umum dalam agama yaitu memberitahu kita bahwa yang ilahi (Tuhan) ada di luar diri kita, dan kita terpisah denganNya, dan Ketika kita membatasi diri kita hanya pada agama, kita juga menutup diri kita pada apa yang ada diluar agama.
Sedangkan spiritualitas lebih condong ke arah rujukan diri atau internalisasi kesadaran kita akan jiwa kita. Spiritualitas adalah perjalanan ke dalam diri kita yang melibatkan pergeseran kesadaran. Karena itu, spiritualitas lebih banyak tentang pemahaman batin daripada ibadah lahiriah. Bukan berarti ibadah bukan bagian dari spiritualitas, tetapi soal kemana pengabdian dan penyembahan ini diarahkan. Kalo kata Rumi (seorang penyair kuno):
"Segala sesuatu di alam semesta ada di dalam dirimu. Tanyakan semuanya pada dirimu sendiri"
Atau simpelnya seperti kata Deepak Chopra:
"Agama adalah percaya pada pengalaman orang lain, Spiritualitas adalah memiliki pengalaman Anda sendiri."
3. Eksklusif vs Inklusif
Keyakinan agama tradisional yang didasari pada interpretasi kaku dari ajarannya dapat menciptakan pandangan dunia eksklusif yang mengisolasi mereka dengan yang memiliki pandangan berbeda. Sayangnya mentalitas "kelompok" agama ini mudah menciptakan perselisihan, seperti banyaknya peperangan yang terjadi di masa lalu hanya karena adanya perbedaan kepercayaan. Orang yang sangat religius bisa begitu terjebak dalam dogma mereka sehingga mereka rela melakukan apa saja untuk membelanya. Inilah mengapa kita jarang melihat kelompok kecil yang berisi banyak agama, karena agama dapat menciptakan perselisihan. Simpelnya, kalo agama mengatakan "Ini adalah kebenaran, dan jika kamu tidak percaya, kamu tidak bisa menjadi anggota kami". Kalo zaman dulu kalimat kasarnya "kalo kamu gak percaya akan kebenaran ini, kamu akan dihukum / dibunuh".
Sebaliknya, dalam spiritualitas tidak ada perbedaan seperti itu. Sebaliknya, ia lebih menyukai pendekatan inklusif. Dalam kata lain, orang yang sangat spiritual sadar bahwa kita semua sama, kita semua saling terhubung, dan bukannya mendorong perpisahan atau perselisihan, orang yang spiritual hanya ingin mendorong terjadinya kedekatan, persatuan, dan kasih sayang antar sesama tanpa adanya diskriminasi, tidak peduli jika orang itu kulit putih atau hitam, pintar atau bodoh, baik atau jahat, beragama atau tidak, semuanya akan dipandang sama dan sederajat.
4. Takut vs Cinta
Terlepas dari niat terbaiknya, ajaran dalam agama terkadang didasarkan pada rasa takut yang dijalin ke dalam ajaran mereka, seperti konsep sumber dosa, penghakiman ilahi, murka Tuhan, atau hukuman kekal seperti neraka, semuanya ini didasarkan oleh rasa takut. Hal ini secara tidak sadar dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku kita, dan membebani mental kita dengan kekhawatiran dan kecemasan atas kelayakan dan tindakan kita.
Sebaliknya, spiritualitas biasanya membuang sisa-sisa ketakutan dan kekhawatiran demi pendekatan yang lebih penuh kasih terhadap kehidupan—dan kematian. Spiritualitas mencakup pandangan dunia berbasis kesadaran yang mendukung semua manusia di jalan mereka menuju kebangkitan dalam cinta dan kebaikan tanpa syarat. Pilihan dan perilaku kita tidak dipandu oleh rasa takut akan hukuman, melainkan oleh keinginan untuk mengakhiri penderitaan dan menciptakan dunia yang damai dan penuh kasih untuk semua.
Penutup dan Kesimpulan
Jadi untuk kesimpulannya, spiritualitas adalah konsep yang luas yang pada intinya berhubungan dengan koneksi antara diri kita dengan yang lebih hebat/besar dari kita untuk mencari makna kehidupan. Agama juga masuk kedalam konsep ini (seperti yang sudah dijelaskan pada grafik sebelum nya), tetapi cara pemikirannya dogmatis dan lebih terbatas.
Saran dari penulis untuk kita semua, sebaiknya kita mencoba untuk memiliki lingkaran yang sebesar mungkin dengan cara memiliki pikiran yang terbuka (open minded), selalu bertanya-tanya, dan selalu kagum akan cara bekerjanya alam semesta ini. Semakin besar lingkaran yang kamu punya, semakin sedikit terjadinya perpisahan di dunia ini. Semakin banyak orang yang mulai melihat ke dalam dirinya untuk mencari yang ilahi, semakin banyak juga orang yang sadar bahwa perpisahan yang ada diantara kita hanya berada di pikiran kita, karena sebenarnya kita semua satu, kita semua sama, seperti konsep non-duality.
Btw sebagai disclaimer, artikel ini ditulis hanya bertujuan untuk memberi pemahaman umum mengenai perbedaan agama dan spiritualitas secara detail, bukan untuk menyinggung salah satu pihak atau keduanya, jadi mohon maaf jika kamu merasa tersinggung. Aku juga paham kalo misalkan ada yang tersinggung dari membaca artikel ini karena kehidupan kita sebagai manusia memang dijalankan berdasarkan perasaan dan juga pemikiran yang bias.
Thanks for reading and stay open minded!
Sumber Referensi:
Perbedaan antara spiritualitas dengan agama:
•https://youtu.be/kTUIZck6Ucw
•https://divineintelligenceinstitute.com/2017/11/15/the-difference-between-spirituality-and-religion/
•http://www.findpurposeoflife.com/2018/02/difference-between-religion-and.html?m=1
•https://chopra.com/articles/religion-vs-spirituality-the-difference-between-them
Hubungan sains & spirituality:
https://www.google.com/amp/s/amp.theatlantic.com/amp/article/304220/



Comments