Kunci Hubungan Cinta yang Awet | 5 Bahasa Cinta (Love Languages)
- Jan 23, 2022
- 6 min read
Updated: Feb 22, 2022

Percintaan adalah suatu hal yang menakjubkan dan menyenangkan. Hampir semua orang ingin merasa dicintai dan mencintai orang lain, dan karena inilah kita menjalankan hubungan percintaan dengan orang lain.
Tetapi meskipun pada awalnya semuanya itu terasa menyenangkan, sayangnya tidak semua hubungan percintaan dapat bertahan lama. Bahkan menurut data dari lokadata.id, tingkat perceraian di Indonesia terus meningkat. Pada 2015 sebanyak 5,89 persen pasangan suami istri bercerai. Jumlahnya sekitar 3,9 juta dari total 67,2 juta rumah tangga. Pada 2020, persentase perceraian naik menjadi 6,4 persen dari 72,9 juta rumah tangga atau sekitar 4,7 juta pasangan.
Sedangkan menurut data dari The American Psychology Association dan psychologytoday.com, sebanyak 50% pasangan menikah pertama di Amerika Serikat berujung pada perceraian. Lalu sebanyak 67% untuk pernikahan kedua, dan 73% untuk pernikahan ketiga.
Kenapa bisa setinggi itu? Karena cinta saja tidak cukup. Cinta didasarkan pada Passion (gairah) sehingga dapat pudar, sedangkan cinta yang sejati itu didasarkan pada Compassion (kasih sayang) yang didasarkan pada komunikasi. Dan dalam hal ini, komunikasi dalam hubungan percintaan yaitu disebut sebagai “bahasa cinta”.
Apa Itu Bahasa Cinta?
Bahasa Cinta (Love Languages) adalah sebuah konsep yang diperkenalkan oleh seorang konsultan hubungan Dr. Gary Chapman di dalam buku yang dia tulis berjudul “5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts”.
Simpelnya, bahasa cinta adalah suatu cara bagi seseorang untuk mengekspresikan atau menerima rasa cinta. Sama seperti bahasa lainnya, kita juga berkomunikasi menggunakan bahasa yang berbeda-beda, dan kita perlu memahami bahasa cinta seseorang agar dapat memahami orang tersebut dan membuat hubungannya awet. Kamu juga tidak perlu memiliki bahasa yang sama dengan orang tersebut agar hubungan kamu dapat berhasil, tapi cukup memahaminya saja. Btw love languages ini tidak hanya berlaku untuk hubungan percintaan saja, namun juga dapat berlaku pada hubungan kamu dengan temanmu, bos kamu, dan juga keluarga kamu.
Nah, setelah setelah Dr. Gary Chapman tadi menghabiskan 35 tahun konseling pernikahan, dia menyimpulkan bahwa pada dasarnya terdapat 5 bahasa cinta emosional, yaitu Words of Affirmations (Pujian), Quality Time (Waktu Berkualitas), Receiving Gifts (Hadiah), Acts of Services (Pelayanan), dan yang terakhir Physical Touch (Sentuhan Fisik). Pembahasannya yaitu sebagai berikut:
1. Words of Affirmations (Pujian)
Orang dengan bahasa cinta yang ini akan lebih merasa dicintai dan dihargai lewat kata-kata positif, seperti pujian, apresiasi, dorongan verbal, dan lainnya. Kata-kata ini juga bisa diterima secara lisan maupun tertulis. Mungkin orang dengan bahasa cinta ini akan terkesan narsis bagi kebanyakan orang karena perlu sering dipuji, tapi seperti itulah mereka berbicara dengan bahasanya mereka.
Yang perlu kamu lakukan jika pasanganmu memiliki bahasa cinta Words of Affirmations:
Kata-kata akan sangat berarti bagi mereka, jadi pakailah dengan bijak agar komunikasi dapat berjalan lancar.
Post mereka di sosial media kamu, meskipun jika mereka tidak mau karena malu. Hal ini adalah cara kamu memuji mereka secara umum.
Puji mereka saat kalian sedang bersama orang lain (teman atau keluarga), tetapi jangan berlebihan.
Pakai kata “karena” atau “untuk” dalam pujian kamu agar lebih spesifik. Contohnya seperti “Aku sayang kamu karena kamu selalu membuatku bahagia”, atau “Terimakasih untuk selalu berada disampingku saat aku membutuhkannya”.
Jangan pernah mengkritik atau menghina pasanganmu secara umum, tetapi simpanlah apa yang ingin kamu bilang saat sedang berduaan saja.
2. Quality Time (Waktu Berkualitas)
Orang dengan bahasa cinta Quality Time akan lebih merasa dicintai dan dihargai ketika pasangannya ingin sering menghabiskan waktu bersamanya berduaan melakukan berbagai kegiatan yang berharga dan bermanfaat bagi mereka berdua dengan perhatian penuh tanpa gangguan.
Yang perlu kamu lakukan jika pasanganmu memiliki bahasa cinta Quality Time:
Selalu sisihkan waktu untuk dihabiskan bersama pasanganmu.
Kencan minimal seminggu sekali.
Kualitas > Kuantitas. Bukan seberapa sering atau berapa lama kalian dapat menghabiskan waktu bersama, tetapi bagaimana kalian menghabiskan waktunya. Lebih baik 1 jam berduaan tanpa gangguan dan penuh perhatian daripada 10 jam tetapi melakukan hal sendiri masing-masing.
Jangan menunggu atau berharap waktu berkualitas akan muncul dengan sendirinya. Kamu perlu merencanakannya sendiri.
3. Receiving Gifts (Menerima Hadiah)
Orang dengan bahasa cinta Receiving Gifts akan lebih merasa dicintai dan dihargai ketika pasangannya memberi suatu hadiah berupa barang, karena mereka memandangnya sebagai simbol visual cinta. Bukan berarti mereka hanya mau menerima hadiah yang mahal terus menerus karena mereka materialis, tetapi pemikiran dibalik hadiah itu sendiri lah yang dihargainya, bukan hadiahnya itu sendiri. Jadi kuncinya adalah memberikan hal-hal bermakna yang penting bagi mereka dan mencerminkan nilai-nilai mereka.
Yang perlu kamu lakukan jika pasanganmu memiliki bahasa cinta Receiving Gifts:
Selalu siapkan catatan untuk mencatat setiap kali pasanganmu menyebut suatu barang yang mereka ingini
Selalu memberi pemikiran sebelum memberi hadiah agar lebih bermakna. Jangan memberi hadiah secara cuma-cuma.
Jangan memaksa membeli hadiah yang mahal hanya untuk memenangkan hatinya. Cukup memberi hadiah kecil saja tetapi akan bermanfaat bagi dia.
Jangan pernah melupakan waktu ulang tahunnya dan tidak memberi hadiah di waktu ulang tahunnya.
4. Acts of Services (Pelayanan)
Orang dengan bahasa cinta Acts of Services akan lebih merasa dicintai dan dihargai ketika pasangannya dapat membantu hidupnya menjadi lebih mudah dengan cara melakukan berbagai aktivitas sehari-hari seperti membantu mereka bersih-bersih rumah, mengerjakan tugas, memasak makanan, dan lainnya. Mereka juga suka membantu pasangannya dengan tindakan yang serupa sebagai tanda bahwa mereka menghargai pasangannya juga.
Yang perlu kamu lakukan jika pasanganmu memiliki bahasa cinta Acts of Services:
Sering membantu mereka mengerjakan pekerjaan hariannya.
Memasak makanan atau membuat minuman utuk mereka.
Tawarkan bantuan dalam pekerjaan mereka.
Jangan menolak ketika pasanganmu ingin memberi bantuan kepadamu.
5. Physical Touch (Sentuhan Fisik)
Mirip seperti Acts of Services, orang dengan bahasa cinta Physical Touch akan lebih merasa dicintai dan dihargai jika dia dan pasangannya dapat mengekspresikan rasa cintanya secara non-verbal menggunakan bahasa tubuh dan sentuhan fisik seperti pelukan, pegangan tangan, ciuman, dan sebagainya daripada secara verbal lewat perkataan.
Yang perlu kamu lakukan jika pasanganmu memiliki bahasa cinta Physical Touch:
Ekspresikan cintamu secara non-verbal dengan bahasa tubuh dan sentuhan fisik.
Sering berpegangan tangan, berpelukan, merangkul, dan sebagainya.
Usahakan 5-10 pelukan dalam hari, Jika wanita, peluk selama 3 detik untuk memproduksi hormon oxytocin (hormon cinta), dan 8 detik untuk pria.
Cukup sentuhan kecil saja seperti pegangan tangan. Tidak perlu sampai menggendong pasanganmu atau hal aneh lainnya.
Jangan pernah melakukan sentuhan fisik yang berlebihan dan menjadi seksual. Ketahuilah perbedaan sentuhan fisik biasa dengan sentuhan fisik saat di kamar.
Cara Mengetahui Bahasa Cinta Kamu (Quiz)

Gambar dari balance.media
Untuk menemukan jenis bahasa cinta kamu, bacalah pernyataan berikut dan tandai pernyataan yang sangat sesuai dengan diri kamu. Untuk membantumu menemukan jenis bahasa cinta yang tepat, pakailah beberapa pertanyaan berikut ini untuk menemukannya:
Bagaimana Anda menunjukkan cinta?
Apa yang Anda keluhkan dalam suatu hubungan?
Apa yang Anda minta atau butuhkan secara aktif dari pasangan Anda sehari-hari?
Pertanyaan dengan pernyataan yang paling kamu sukai adalah bahasa cinta utama kamu. Jika nanti tersisa dua jenis bahasa cinta yang sama kamu sukanya, gunakan proses eliminasi lagi dan kerjakan daftar kamu sampai mendapatkan hanya satu saja atau jika tetap terdapat dua bahasa yang tidak ingin kamu pisahkan.
1. Words of Affirmations (Pujian)
Kamu senang mendengar pasanganmu berkata, "Aku mencintaimu" atau “I love you.” Kata-kata tersebut sangat bermakna bagi kamu sehingga kamu ingin pasanganmu sering mengucapkannya padamu.
Kamu menghargai pasanganmu ketika kamu diakui dan dipuji. Rasanya senang jika upaya kamu diakui dengan kata-kata yang baik, tidak peduli seberapa kecil itu karena membuat kamu merasa dihargai.
Detailnya penting, dan penting bagi pasanganmu untuk mengomentari hal-hal seperti jika kamu mengganti gaya rambutmu atau jika kamu membeli sepatu baru. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar memperhatikan dan membuat kamu merasa dihargai.
Kamu merasa dihargai ketika mereka meluangkan waktu mereka untuk merenungkan dan mengomentari sesuatu yang positif dari yang kamu lakukan.
Kamu merasa diakui dan dihargai ketika mereka berterima kasih kepadamu setelah kamu melakukan hal yang baik kepada dia.
2. Quality Time (Waktu Berkualitas)
Kamu sangat senang ketika dapat menghabiskan waktu berduaan bersama pasanganmu tanpa adanya gangguan.
Kamu sangat menghargai pasanganmu ketika mereka dapat membuat waktu untuk dihabiskan bersamamu dan tidak membatalkan janji ketemuan.
Berbagi pengalaman baru dan menciptakan memori baru bersama pasanganmu adalah suatu hal yang penting untukmu.
Waktu itu sangat berharga. Setiap detik bersama pasanganmu akan sangat berarti.
Kamu merasa sangat bahagia berada di sekitar pasanganmu, meskipun kalian sedang tidak melakukan apa-apa.
3. Receiving Gifts (Menerima Hadiah)
Kamu merasa dicintai ketika diberi hadiah, tetapi bukan karena hadiahnya itu saja namun pemikiran dibalik hadiahnya itu lah yang membuatnya lebih berharga. Hadiah itu juga akan membuatmu terus teringat akan pasanganmu, yang membuatmu merasa cintanya.
Setelah berkencan atau melakukan perjalanan berdua, kamu ingin membawa sesuatu ke rumah untuk mengingatkanmu akan momen tersebut.
Kamu sangat suka jika diberi hadiah secara tiba-tiba (surprise), apalagi jika hadiahnya akan bermanfaat bagi kamu.
Saat liburan, ulang tahun atau hari jadi, kamu ingin mengingatnya dengan sebuah hadiah. Kamu suka untuk mengingat hadiah di hari-hari spesial itu sebagai pengingat akan komitmen hubunganmu.
4. Acts of Services (Pelayanan)
Kamu merasa diperhatikan ketika pasanganmu dapat membantu kamu meringankan tanggung jawab harian kamu.
Sangat berarti bagimu jika pasanganmu menawarkan bantuan saat kamu sedang melakukan suatu pekerjaan kecil.
Kamu lebih suka pasanganmu menunjukan cintanya lewat suatu tindakan melainkan perkataan. Actions over Words.
Kamu sangat senang jika sedang kecapean atau kesusahan dalam melakukan sesuatu, pasanganmu melihatnya sebagai suatu kesempatan untuk membantumu merasa lebih ringan.
5. Physical Touch (Sentuhan Fisik)
Kamu selalu menantikan sentuhan seperti pelukan atau ciuman dari pasanganmu karena kamu menyukai keintiman fisik.
Kamu lebih suka duduk menyamping dengan pasanganmu daripada berhadapan, karena akan semakin mudah untukmu untuk menyentuh pasanganmu. Semakin dekat semakin baik.
Kamu senang menunjukkan kasih sayang di depan umum karena membuatmu merasa diinginkan.
Keintiman seksual membuat kamu merasa dicintai dan lebih dekat dengan pasanganmu.
Penutup dan Kesimpulan
Love languages adalah suatu alat yang baik untuk membantu memperlancar komunikasi cinta dalam suatu hubungan agar suatu hubungan dapat berjalan lancar dan lebih awet, namun love language hanyalah satu faktor dari banyak faktor lainnya yang menentukan sukses atau tidaknya suatu hubungan percintaan.
Jika dari setiap hubungan yang kamu jalankan tidak ada berlangsung lama dan kamu sudah menerapkan konsep bahasa cinta ini, mungkin masalahnya berada pada dirimu sendiri dan kamu perlu melihat lagi ke dalam dirimu untuk mengetahui masalahnya. Mungkin kamu memiliki Attachment Style yang berbeda dengan pasanganmu akibat dari hubungan kamu dengan orang tuamu saat kecil, atau mungkin kamu belum dapat mencintai dirimu dengan sesungguhnya sehingga kamu menjadi susah dalam mencintai orang lain. Dan masih banyak lagi kemungkinan lainnya.
Jadi meskipun Love Language itu penting, kamu juga perlu melihat semua faktor lainnya agar hubunganmu dapat bertahan lama. Jangan berpikir bahwa bahasa cinta ini adalah kunci utama untuk membuat hubunganmu awet.
Sumber Referensi:
Penjelasan Love Languages:
Data Persentase Perceraian:


Comments